Home Penelitian Biokimia

Mutasi Baru G9053A DNA Mitokondria
pada Pasien Diabetes Tipe 2 Maternal dan Katarak
dan Pengaruh Mutasi terhadap Struktur Subunit ATP6


Iman P. Maksum1*), Merry J. Silaen1), O. Suprijana1), G. Natadisastra2), S. Nuswantara3)
1)
Jurusan Kimia FMIPA Universitas Padjadjaran

2)Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran3)
Sandia Biotech Diagnostic Centre
Rumah Sakit Santosa

*e-mail: This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

 

Diabetes melitus tipe 2 (DM tipe 2) yang dikarakterisasi oleh pewarisan maternal (maternally inherited diabetes; MID) dan katarak merupakan salah satu gambaran klinis yang dikaitkan dengan penyakit mitokondria atau kegagalan sintesis ATP. Beberapa penelitian telah melaporkan bahwa MID dan katarak berkaitan dengan mutasi pada DNA mitokondria (mtDNA), salah satu di antaranya adalah mutasi A3243G pada gen tRNALeu. Penyakit mitokondria merupakan penyakit multisistem yang salah satu karakteristiknya adalah disebabkan oleh beberapa mutasi.  Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mempelajari varian mtDNA pada pasien DM tipe 2 dan katarak yang telah membawa mutasi A3243G. Penelitian ini merupakan analisis observasi tanpa adanya intervensi berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan satu kali dan cara pengambilan sampel dilakukan secara berurutan sesuai dengan kedatangan pasien dan kriteria yang diinginkan. mtDNA diperoleh melalui lisis sel epitel lensa dan urin. Pengujian mutasi A3243G menggunakan metode PCR-amplification of specific allele (PASA). Selanjutnya dilakukan penentuan varian nukleotida genom mtDNA dengan PCR Repli-G dan direct sequencing yang dibagi ke dalam sepuluh fragmen PCR (A-I dan M) dan 29 reaksi sekuensing. Hasil PASA menunjukkan adanya mutasi A3243G pada 20 dari 57 pasien. Selanjutnya, kami telah menemukan mutasi baru G9053A (gen ATP6) pada empat dari 20 pasien yang membawa mutasi A3243G. Subunit ATP6 yang dikode oleh mtDNA berperan penting pada proses transfer elektron dan translokasi proton dalam sistem respirasi. Oleh karena itu, pengaruh mutasi tersebut terhadap struktur subunit ATP6 perlu dipelajari lebih lanjut melalui pendekatan bioinformatika, seperti Accelrys Discovery Studio. Hasil analisis ini menunjukkan mutasi G9053A dapat meningkatkan energi potensial (menurunkan stabilitas struktur) subunit ATP6 dan fluktuasi jarak interaksi antara asam amino yang berperan dalam translokasi proton. Hal tersebut diduga dapat menyebabkan terhambatnya translokasi proton yang berkaitan dengan sintesis ATP.

Kata Kunci: Mutasi baru G9053A, subunit ATP6, PCR-amplification of specific allele (PASA), direct sequencing, Accelrys Discovery Studio.

 

 

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 Next > End >>

Page 4 of 7