Home Berita Prof. Dr. Toto Subroto, MS., “Hibah Penelitian Juga Dorong Wujudkan Unpad sebagai World Class University”
Prof. Dr. Toto Subroto, MS., “Hibah Penelitian Juga Dorong Wujudkan Unpad sebagai World Class University”

[Unpad.ac.id, 23/11/2016] Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. Toto Subroto, M.S., mendapat hibah penelitian dari Badan European Union (EU). Hibah ini didapat melalui kerja sama riset strategis di bidang bioteknologi, bioinformatika, dan molecular modelling yang tergabung dalam EU Consortium.

EU Consortium merupakan suatu badan komisi antar negara di kawasan Eropa yang tergabung dalam badan EU. Aspek riset dan inovasi merupakan salah satu bidang kajian khusus yang menjadi aktivitas dari Badan EU.Konsorsium ini dikoordinatori Prof. Jean-Luc Mouget dari Université du Maine (UM), Perancis dengan melibatkan sekitar 20 institusi partner dari negara kawasan Eropa, Kanada, Amerika, dan Indonesia.

 

Prof. Toto mengatakan, hibah ini didapat atas kerja sama yang telah dibangun antara Unpad dengan Université du Maine. Dari hibah tersebut, Prof. Toto mendapat dana sebesar 117.000 Euro atau sekitar Rp 1,7 miliar. Prof. Toto bermitra langsung dengan pihak UM melalui jaringan salah seorang alumni Fakultas Perikanan dan Kelautan Unpad, Fiddy Semba Prasteya, PhD.

“Hibah ini akan sangat berpengaruh terhadap penguatan  aktivitas penelitian,” ujar Prof. Toto saat diwawancarai melalui surat elektronik.

Lebih lanjut Guru Besar kelahiran Kuningan, 1 September 1959, ini menjelaskan, proyek yang dikerjakan melalui hibah EU Consortium terkait dengan proyek berjudul “GhaNA, atau The Genus Haslea, New marine resources for blue technology and Aquaculture. Proyek ini bertujuan untuk mengeksplorasi sekaligus mengarakterisasi sumber daya hayati laut yang baru (new marine bioresource) untuk aplikasi blue biotechnology di bidang akuakultur, kosmetik, makanan, hingga aspek kesehatan.

Proyek ini juga, kata Prof. Toto, akan mempelajari aneka keanekaragaman biologis dan kimiawi dari mikoralga diatom Haslea ostrearia beserta pigmen marennine dan senyawa bioaktif lain yang dihasilkan.

Sebagai project coordinator,Prof. Jean-Luc Mouget merupakan dosen yang mendalami bidang bioteknologi mikroalga spesifikasinya mengenai diatom, khususnya spesies Haslea ostrearia. Ia menekuni penelitian terhadap spesies ini selama 15 tahun dan banyak mengeluarkan publikasi mengenai diatom Haslea ostrearia dan pigmen marennine.

prof-toto-s-dari-f-mipa-tediStruktur molekul pasti dari pigmen marennine yang dihasilkan oleh spesies Haslea ostrearia hingga saat ini. Namun, salah satu peneliti Unpad dari Departemen Kimia FMIPA Unpad, Muhammad Yusuf, PhD, yang juga tergabung dalam proyek ini berhasil menemukan aplikasi pigmen marennine dalam bidang kesehatan yang diteliti melalui pendekatan molecular computation and modelling.

Dengan ikut berkontribusi dalam salah satu projek penelitian dunia, lulusan program Doktor Biokimia ITB ini menuturkan, Unpad mampu mengoptimalkan berbagai potensi sumber daya laut Indonesia. “Sebagai salah satu biodiversity hotspot di dunia, akan sangat sayang sekali jika tidak dimanfaatkan secara optimal,” imbuhnya.

Prof. Toto sendiri memimpin Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi Molekuler dan Bioinformatika Unpad, sehingga hibah penelitian ini juga menjadi langkah untuk mengukuhkan pusat studi dalam kancah dunia penelitian di Indonesia.

Hibah ini juga mendorong peningkatan kerja sama institusi dalam rangka mewujudkan Unpad sebagai World Class University. Prof. Toto optimis akan terjadi kerja sama penyelenggaraan double degree program, staff exchange, hingga diharapkan dapat meningkatkan kapasitas keilmuan para peneliti yang terlibat.

“Didapatkannya hibah ini juga akan berpengaruh pada institusi kita tidak hanya pada penelitian bioteknologi saja, namun juga peningkatan kerjasama penelitian lainnya dan pendidikan, serta publikasi internasional,” jelas Prof. Toto.

Prof. Toto bersama peneliti lainnya telah menghasilkan berbagai produk hilirisasi unggulan yang sudah dimitrakan dengan industri dan instansi. Produk pertama yaitu Thrombirec yang digunakan sebagai Lem Fibrin untuk merekatkan jaringan tanpa jahitan pada mata maupun jaringan lainnya pascapembedahan, sehingga dapat mengurangi traumatik pasien terhadap penggunaan jahitan. Produk ini bermitra dengan Pusat Mata Nasional RS Mata Cicendo, Bandung.

Produk kedua yang dihasilkan yaitu epVArec-Al, sejenis vaksin yang terbukti mampu merangsang pembentukan antibodi spesifik terhadap virus Avian Influenza/AI (flu burung) pada hewan dan mampu menghambat pertumbuhan virus secara universal. Produk ini sudah dimitrakan dengan PT. Sulfat Dasar Utama.*

Laporan oleh: Arief Maulana / eh

 
We have 12 guests online